Tuesday, 19 January 2021

Menengok Budaya Kerja Gila-gilaan 996 di China

 Jakarta - Dalam laporan terbaru, generasi muda yang masuk kategori Gen Z sebagian tidak senang dengan sistem kerja 996 yang gila-gilaan. Bekerja dari jam 9 pagi sampai 9 malam selama 6 hari dipandang berat dan kompensasinya belakangan dianggap tidak sesuai.
Budaya kerja 996 sendiri cukup merasuk di perusahaan-perusahaan China, termasuk startup dan perusahaan teknologi. Menurut Rebecca Fannin, pemodal ventura di Silicon Dragon Ventures, sistem kerja 996 adalah salah satu upaya China dalam mengejar perkembangan ekonomi negara barat.



"Gap antara perkembangan ekonomi China dan Amerika Serikat membuat jam kerja panjang karena mereka ingin mengejar negara Barat dan mulai melampaui di beberapa sektor. Pendiri perusahaan China tak bisa malas," tulisnya dalam kolom di Forbes beberapa waktu silam.

"Ada terlalu banyak pekerjaan harus diselesaikan. Dari apa yang saya lihat dan saksikan di Beijing, Shanghai, dan Shenzen, gampang menyaksikan entrepreneur China bekerja 10-10-7 atau 12 jam setiap hari seminggu," tandasnya.

Memang ada argumen bahwa bekerja terlalu keras bisa merusak kreativitas dan kesehatan. Badan yang lebih sehat mungkin lebih produktif. Apalagi generasi milenial China mulai membudayakan gaya hidup sehat. Sistem itupun tidak serta merta membuat perusahan berhasil, malah kadang kurang produktif.

"Tapi budaya sistem kerja 996 tidak akan lenyap. China terlalu termotivasi untuk sukses. Ekonomi teknologi tumbuh terlalu cepat, kompetisi terlalu brutal dan peluang terlalu luas di China untuk bermalas-malasan," papar dia.

Sistem kerja itu memang sedang mendapat tantangan, terutama kaum muda yang mulai menyadari hak-haknya. Selain memprotes, tak sedikit yang langsung resign. Namun demikian dari kalangan bos sendiri, mereka sepertinya masih mendukung sistem tersebut.

"Secara pribadi, aku yakin adalah berkah jika bisa bekerja 996 karena banyak perusahaan dan individu yang ingin bekerja 996 tidak mendapatkan kesempatan itu," kata Jack Ma beberapa waktu silam mengenai sistem kerja 996.

"Seandainya kalian tidak bekerja 996 saat masih muda, kapan kalian akan melakukannya?" tambahnya.

Walau sudah jadi semacam budaya di perusahaan teknologi China, ternyata sistem 966 tidak bermula di China. Walaupun tidak mengusung nama yang sama, sistem kerja hingga belasan jam dalam sehari ini dimulai di Silicon Valley, AS saat internet baru meledak pada tahun 1990-an.

Pegawai yang bekerja di startup teknologi harus bekerja hingga belasan jam untuk menjaga perusahaan mereka tetap berdiri dan beroperasi.

Ketika sektor teknologi dan startup di China mulai berkembang pada awal 2000-an, banyak perusahaan yang meminta pegawainya untuk bekerja sepanjang waktu. Hal ini pun berhasil mendorong perusahaan-perusahaan tersebut untuk menjadi salah satu yang terbesar di China, misalnya seperti Tencent.

Sumber : detik

Trends

Bruno Fernandes: Liverpool Tak Seburuk Itu

 Jakarta - Gelandang Manchester United Bruno Fernandes kurang sepakat dengan kritik tajam yang menyelimuti Liverpool. Ia menilai Liverpool t...